
Apakah kita sering merasakan kemalangan dalam diri kita???
Apakah kita sering merasa iri dengan kebaikan dan kesuksesan dengan teman kita???
Apakah kita sering merasa Tuhan itu tidak adil???
Pertanyaan dan tanda tanya itu seringkali merasuki kehidupan dan pikiran kita...
Banyak orang yang nasibnya kita rasakan jauh lebih beruntung ketimbang kita sendiri. Namun, pernahkah kita melihat ke dalam diri kita sendiri? Seberapa tangguhkah kita menghadapi kenyataan dan permasalahan-permasalahan yang menghampiri? Atau kita tidak pernah mengetahui sebesar apa usaha teman-teman atau saudara kita dalam mencapai kesuksesan yang dimiliki melebihi yang kita miliki?
Cerita patung dan lantai marmer dari M. Rian. Rahardi patut kita cermati. Bagaimana respon kita terhadap masalah yang kita hadapi menjadi sebab perbedaan kesuksesan yang dimiliki kita dengan teman-teman atau saudara kita.. Berikut kisahnya;
Di sebuah museum megah, sebuah patung marmer yg sangat indah, diletakkan diatas lantai marmer. Banyak pengunjung yg mengagumi patung cantik itu.
Di malam hari, Si lantai mengajak sang patung berbincang-bincang.
Lantai. : "Hei Patung, dunia ini tidak adil. Mengapa semua pengunjung mengagumi kecantikanmu ? Sangat Tidak Adil !
Patung. : "Temanku, apakah masih ingat bahwa sebenarnya kita berasal dari gua yg sama ?"
Lantai. : "Tepat sekali ! Itu sebabnya aku tambah yakin kalau dunia ini tdk adil. Kita dilahirkan dari gua yg sama namun mendapat perlakuan berbeda. Tidak adil !"
Patung. : "Tapi kau masih ingat ketika si pemahat datang & berusaha membentukmu. Kamu malah menolak usahanya ?"
Lantai. : "Tentu aku masih ingat. Aku sangat benci orang itu ! Aku tidak mengerti mengapa ia ingin membentukku & alat2nya sangat menyakitkan tubuhku".
Patung. : "Tepat sekali ! Si pemahat tidak dapat bekerja denganmu karena kamu berusaha melawannya"
Lantai. : "Memangnya kenapa ?"
Patung. : "Si pemahat melirik aku. Aku yakin hidupku akan berubah dengan sentuhannya. Aku tidak melawan alat2 pahatnya walaupun rasa sakit yg tdk tertahankan harus kulalui".
Lantai. : "Hmm...".
Patung. : "Temanku, selalu ada harga yg harus dibayar jika ingin mencapai sesuatu di dalam hidup ini. Jika kita menyerah terhadap tantangan yg dapat merubah nasib kita, kita tidak logis menyalahkan orang lain atas kemalangan yg dialami".
Hadapi apapun yg terjadi Itulah cara menjadikan kita lebih bernilai.....
Hidup bernilai membuat kita bahagia. Oleh karena itu teruslah berbuat yang terbaik di setiap situasi apapun....Bravo teman....kerennnn :)
ReplyDeletePersis menggambarkan bisnis yg sedang ku jalani. semoga bermanfaat. sukses selalu. amiin
ReplyDelete