Thursday, July 21, 2011

Mengapa Pria Selalu Ingin Menjadi Matahari???


Teruntuk pria dan wanita...semoga ini menjadi contoh sosok yang benar2 diimplementasikan....

Dari milis pengembangan kepribadian, pria yang ideal adalah Pria yang selalu ingin menjadi Matahari bagi wanitanya...Setiap wanita patut memperhatikan karakter pria yang benar-benar menjadi Matahari yang menemaninya kelak hidup bersama hingga akhir hayat.

Mari simak temansss....

Mengapa?

Seorang wanita bertanya pada seorang pria tentang cinta dan harapan.

Wanita berkata ingin menjadi bunga terindah di dunia dan pria berkata ingin menjadi matahari.

Wanita tidak mengerti kenapa pria ingin jadi matahari, bukan kupu kupu atau kumbang yang bisa terus menemani bunga.

Wanita berkata ingin menjadi rembulan dan pria berkata ingin tetap menjadi matahari. Wanita semakin bingung karena matahari dan bulan tidak bisa bertemu, tetapi pria ingin tetap jadi matahari.

Wanita berkata ingin menjadi Phoenix yang bisa terbang ke langit jauh di atas matahari dan pria berkata ia akan selalu menjadi matahari.

Wanita tersenyum pahit dan kecewa. Wanita sudah berubah 3x namun pria tetap keras kepala ingin jadi matahari tanpa mau ikut berubah bersama wanita. Maka wanita pun pergi dan tak pernah lagi kembali tanpa pernah tahu alasan kenapa pria tetap menjadi matahari.

Pria merenung sendiri dan menatap matahari.

Saat wanita jadi bunga, pria ingin menjadi matahari agar bunga dapat terus hidup. Matahari akan memberikan semua sinarnya untuk bunga agar ia tumbuh, berkembang dan terus hidup sebagai bunga yang cantik. Walau matahari tahu ia hanya dapat memandang dari jauh dan pada akhirnya kupu kupu yang akan menari bersama bunga. Ini disebut kasih yaitu memberi tanpa pamrih.

Saat wanita jadi bulan, pria tetap menjadi matahari agar bulan dapat terus bersinar indah dan dikagumi.

Cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan cahaya matahari, tetapi saat semua makhluk mengagumi bulan siapakah yang ingat kepada matahari. Matahari rela memberikan cahaya nya untuk bulan walaupun ia sendiri tidak bisa menikmati cahaya bulan, dilupakan jasanya dan kehilangan kemuliaan nya sebagai pemberi cahaya agar bulan mendapatkan kemuliaan tersebut. Ini disebut dengan Pengorbanan, menyakitkan namun sangat layak untuk cinta.

Saat wanita jadi Phoenix yang dapat terbang tinggi jauh ke langit bahkan di atas matahari, pria tetap selalu jadi matahari agar Phoenix bebas untuk pergi kapan pun ia mau dan matahari tidak akan mencegahnya.

Matahari rela melepaskan phoenix untuk pergi jauh, namun matahari akan selalu menyimpan cinta yang membara di dalam hatinya hanya untuk phoenix.

Matahari selalu ada untuk Phoenix kapan pun ia mau kembali walau phoenix tidak selalu ada untuk matahari. Tidak akan ada makhluk lain selain Phoenix yang bisa masuk ke dalam matahari dan mendapatkan cinta nya. Ini disebut dengan Kesetiaan, walaupun ditinggal pergi dan dikhianati namun tetap menanti dan mau memaafkan.

Pria tidak pernah menyesal menjadi matahari bagi wanita

Bagi wanita, temukan pria Mataharimu....bagi para pria, Tetapkanlah hidupmu seperti Matahari ini :-)

"AKU BISA"...Cobalah,,,


Bisa gak ya???bisa gak ya???bisa gak ya???

Keraguan muncul dalam diri kita saat kita menghadapi tantangan hidup...baik itu pekerjaan, keluarga, lomba, ataupun peran penting lainnya dalam masyarakat.

Pikiran membatasi langkahnya kita dalam berbuat sesuatu. Sekali lagi pikiran membuat kita bisa melakukan apa yang tidak pernah kita pikirkan...

Kondisi bahaya kadang juga membuat kita melakukan hal yang secara logika tidak bisa. Tapi itulah anugerah Tuhan, kita bisa melakukan apapun yang kita anggap tidak bisa....

Saksikan cerita jam dinding dari M. Rian Rahardi berikut ini sebagai analoginya...

Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya.

"Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?"

"Ha?," kata jam terperanjat, "Mana sanggup saya?"

"Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?"

"Delapan puluh ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?" jawab jam penuh keraguan.

"Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?"

"Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali? Banyak sekali itu" tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.

Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam.

"Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?"

"Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!" kata jam dengan penuh antusias.

Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali.

Renungan :

Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu terasa berat. Namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita ternyata mampu. Bahkan yang semula kitanggap impossible untuk dilakukan sekalipun. Jangan berkata "tidak" sebelum Anda pernah mencobanya.

Kata Bijak :

Ada yang mengukur hidup mereka dari hari dan tahun. Yang lain dengan denyut jantung, gairah, dan air mata. Tetapi ukuran sejati di bawah mentari adalah apa yang telah engkau lakukan dalam hidup ini untuk orang lain.

maka, temans....buanglah keraguan dalam melakukan hal yang bisa dilakukan..baik untuk diri kita sendiri, orang lain bahkan masyarakat... Kita bisa hidup luar biasa, bermanfaat seperti nilai berharga yang tidak akan pernah tergantikan dengan apapun di dunia ini. Maka cobalah....Kita tidak akan pernah tau sebelum mencoba


Wednesday, July 20, 2011

5 Jurus Sang Rezeki Menyenangi Kita


kata "rezeki" merupakan sesuatu yang diharapkan, khususnya manusia. Di dunia ini rezeki yang dilimpahkan Sang Pencipta kepada makhluk-Nya tergantung pada kekuatan hukum pikiran kita.

Ada manusia yang terlihat Sang Rezeki senang pada dirinya. Rezeki tidak bosan-bosannya menghampiri hingga membuat orang lain merasa iri atau dengki. Namun adapula manusia yang terlihat begitu sial karena Sang Rezeki tidak kunjung datang dan menghampiri dirinya...

Sangat penting bagi kita menyingkapi hidup, apalagi mengetahui sebenarnya apa mekanisme Sang Rezeki Menyenangi Kita dan cenderung menghampiri kita. Soegianto Hartono memberikan beberapa jurus jitu dan bermanfaat untuk kita baik dunia dan akhirat...berikut jurus2nya;

1. "memberi". Kembangkan sikap mental memberi dan memberi. Orang yang bisa memberi tentunya adalah orang yang sudah kecukupan, bila Kita segan untuk memberi, Kita sebenarnya merasa kekurangan, dan perasaan kekurangan inilah yang mendatangkan lebih banyak kekurangan dan kemiskinan.

Ingatlah : apa yang tidak Kita berikan untuk orang lain, tidak Kita berikan untuk diri Kita sendiri. Memberi tidak berarti Kita akan kekurangan, justru sebaliknya dengan semakin banyak memberi Kita akan semakin banyak menerima. Hukum universal mengatakan bahwa apa yang Kita tabur akan Kita, artinya jika Kita memberi, Kita akan menerima panenan berlipat ganda. Seperti menanam padi, satu bibit padi yang ditanam, akan menghasilkan ratusan bahkan ribuan biji padi.

2. "jangan mengeluh". Jangan pernah membicarakan tentang kekurangan dan keterbatasan ekonomis yang Kita hadapi kepada orang lain. Hal ini kurang bijaksana. Semakin Kita sering membicarakannya, sebenarnya Kita sedang memfokuskan pikiran pada kekurangan dan ketidakcukupan. Hukum pikiran mengatakan bahwa pikiran bersifat mencipta dan kreatif, artinya fokus Kita akan menciptakan kondisi-kondisi dan memperbesar apa yang Kita bicarakan dan bayangkan. Adalah lebih bijaksana bila Kita hitung rahmat dan berkat yang sudah Kita terima setiap hari. Dan fokuskan pikiran Kita pada hal-hal yang membawa kesejahteraan dan kelimpahan.

Bila Kita dalam kondisi damai, tenang, dan sejahtera, inilah kunci di mana rezeki mudah untuk singgah kepada Kita

3. "jangan cemburu". Biasanya orang lebih mudah untuk cemburu kepada orang lain yang lebih sukses, lebih kaya. Kecemburuan muncul pada saat Kita membandingkan apa yang Kita miliki dengan apa yang dimiliki oleh orang lain. Dan biasanya Kita akan membandingkan secara tidak fair, maksudnya Kita akan membandingkan apa yang belum Kita miliki dengan apa yang dimiliki oleh orang lain, dengan begitu perasaan kekurangan atau rendah diri itu akan muncul pada diri Kita, dan inilah perasaan yang tidak menguntungkan bagi kemampuan Kita untuk menarik aliran rezeki.

Kecemburuan ini adalah sikap mental tidak bisa menerima keadaan. Semakin tidak bisa menerima keadaan, Kita akan semakin tidak bisa berfokus pada sasaran dan akan bertindak dengan tergesa-gesa mengerjakan sesuatu yang seharusnya Kita kerjakan. Akibatnya, hasil yang Kita harapkan akan meleset dari bidikan Kita. Solusinya, Kita harus berusaha untuk bisa menerima keadaan diri Kita apa adanya, sehingga pikiran Kita akan menjadi lebih damai.

Bila Kita dipenuhi oleh kecemburuan, pikiran Kita akan terfokus pada ketidakmampuan, ketidakcukupan, tidak layak, kekurangan, ketidakpuasan, dan kemiskinan. Marilah kita menyimak kembali kepada hukum pikiran bahwa apa yang Kita fokuskan akan menjadi realitas kehidupan Kita. kalau Kita dalam keadaan cemburu, sebetulnya Kita membuang energi dengan sia-sia, karena fokus Kita akan dikaburkan oleh perasaan cemburu itu dan hasilnya sasaran Kita akan meleset jauh. Jadi hapuskan kecemburuan Kita

4."jangan membenci". Sama halnya dengan cemburu, orang juga lebih mudah untuk membenci orang lain yang lebih sukses, lebih kaya. Kalau Kita membenci orang yang sukses, atau yang kaya, sebetulnya secara tidak sadar Kita sedang mengirimkan pesan kepada bawah sadar bahwa Kita tidak menyukai sukses dan kaya. Lebih jelasnya sebenarnya Kita menolak sukses dan kaya untuk hadir dalam hidup Kita. Itulah maksud tersembunyi dari kebencian Kita

Hukum pikiran mengatakan bahwa pikiran bawah sadar bereaksi terhadap pikiran yang dominan dan sugesti yang disampaikan oleh pikiran sadar. Di dalam kebencian, terkandung suatu pikiran atau maksud Kita yang tersembunyi, dan jika maksud tersembunyi ini menguasai pikiran sadar Kita maka bawah sadar Kita akan merealisasikan maksud tersembunyi ini, karena inilah yang dominan, yang memenuhi pikiran Kita sehari-hari.

5. "Berdoa". Biasakan berdoa dan memohon bimbingan illahi dalam segala hal. Doa dan harapkan yang terbabaik bagi semua orang sekeliling Kita. Kembangkan kepercayaan pada doa-doa Kita, resapi sampai ke saraf, rasakan getaran ketika Kita mengucapkan doa-doa tersebut dan pasrahkan.

Simpel kan?terkadang jurus-jurus ini sering kita lupakan dan menganggap jurus-jurus ini berpengaruh sebaliknya yaitu mengurangi kekayaan padahal inilah yang akan menjadi multiplier efect seluruh kebaikan yang ada di dalam diri kita baik terhadap dunia maupun akhirat kelak..Siapa yang tidak ingin Sang Rezeki Senang Kepada Kita di dunia dan akhirat?

Semangatlah membuat kebaikan !!!