
Semalam adalah hari yang menyenangkan untuk saya dan teman-teman...Betapa tidak? Semalam kami berlima melakukan kegiatan yang sangat bermanfaat yaitu donor darah...Kadang terlihat seram, kadang terlihat sangat menegangkan....
Banyak orang mengatakan bahwa berbuat kebaikan memang memiliki tantangan tersendiri. Dalam hati nurani terbesit visi sosial yang begitu besar yaitu bermanfaat untuk orang lain. Namun ketika kita memulai untuk berbuat baik, ada saja halangan bagi kita untuk melakukan itu.Donor darah yang saya dan teman-teman lakukan adalah bentuk dari perlawanan kami terhadap halangan-halangan dalam memberikan kebaikan..Namun, setelah kami lalui, ternyata kebaikan yang kami lakukan memberikan kebahagiaan tersendiri yang tidak bisa dilukiskan hanya dengan satu untaian kata sangat senang.
begitupula kehidupan sehari-hari...
Peran kita dalam keluarga, kita tidak jarang selalu berusaha melakukan kebaikan dengan menyayangi suami, istri serta anak2 kita dengan membantu segala keperluan mereka. Kita tidak jarang mengekspresikan perasaan sayang kita terhadap mereka. Namun, banyak tanggapan negatif dari lingkungan memberikan perasaan malu dalam mengekspresikan kasih sayang kita yang merupakan kebaikan alami.
Peran kita dalam pekerjaan. Seringkali bagi kita sifat idealisme merasuki hati nurani dan pikiran kita untuk selalu menjadi yang terbaik dan adil. Namun, cibiran orang, ejekan orang membuat kita ragu tentang kebaikan yang kita lakukan.
Peran kita dalam masyarakat. Sringkali kita ingin melakukan kebaikan dengan bergotong royong, menyumbang dan membantu sesama, tetapi banyak yang memberikan tanggapan negatif..
Tapi inilah yang disebut tantangan kebaikan. Kebaikan yang kita lakukan pasti akan menghasilkan kebaikan pula walaupun kita tidak menyadarinya. Teringat kisah bunga lili di tebing yang curam dari Sonny Wibisono;
Di suatu tepian tebing yang curam, tumbuh setangkai tunas bunga lili. Saat tunas bunga lili mulai tumbuh, ia seperti sebatang rumput biasa. Akan tetapi bunga lili mempunyai keyakinan, bahwa suatu saat kelak, ia akan menjelma menjadi bunga lili yang indah. Rumput-rumput liar didekatnya hanya dapat mengejeknya. Serangga-serangga pun mentertawakannya. Burung-burung menasihatinya agar ia melupakan mimpinya menjadi sekuntum bunga yang indah.
Mereka mengejek, "Wahai tunas muda, walau dirimu nanti akan menjadi bunga lili yang tumbuh, tapi lihatlah sekitarmu, siapa yang akan melihat dan mendatangimu ditempat yang terpencil ini untuk menikmati keindahanmu?" Tunas bunga lili tetap diam. ia tak membalas ejekan tersebut. Bahkan ia semakin rajin menerima air dan menyerap sinar matahari agar akar dan batangnya bertumbuh kuat.
Hingga pada suatu ketika di pagi hari di musim semi. Saat kuncup pertama bunga lili mulai mekar. Bunga lili terlihat senang. Kerja kerasnya tidaklah sia-sia. Bunga Lili berkata kepada dirinya sendiri, "Diriku akan mekar menjadi sekuntum bunga lili yang indah. Kewajibanku hanyalah sebagai bunga untuk tumbuh mekar dan berbunga. Tidak peduli apakah ada orang atau binatang yang akan melihat dan menikmati keberadaanku. Diriku tetap harus mekar menjadi bunga lili yang indah."
Seiring berjalannya waktu, bunga lili pun mekar menjadi bunga yang indah, putih warnanya. Saat itulah, rumput liar, para serangga, dan burung tidak berani lagi mengejek dan menertawakan si bunga lili. Walau begitu, bunga lili tidak merasa congkak. Ia tetap rajin memperkuat akar dan bertumbuh terus. Dari satu kuntum menjadi dua kuntum, berkembang lagi, begitu seterusnya.
Anda bisa seperti bunga lili. Bila Anda berbuat baik, teruskanlah. Jangan takut diejek orang lain. Jangan peduli apa yang orang lain katakan. Dan tidak perlu menanggapi semua hal tersebut dengan emosi, apalagi membenci. Tak ada untungnya Anda menanggapi dan memikirkannya. Sebaliknyalah yang Anda lakukan. Tetaplah yakin dan berbuat segenap kemampuan yang Anda miliki dalam berbuat kebaikan.
Pepatah bijak mengatakan, "Kepuasan terbesar dalam hidup ini adalah ketika mampu melakukan apa yang dikatakan orang lain yang tidak dapat kita lakukan.
0 comments: