
kata "rezeki" merupakan sesuatu yang diharapkan, khususnya manusia. Di dunia ini rezeki yang dilimpahkan Sang Pencipta kepada makhluk-Nya tergantung pada kekuatan hukum pikiran kita.
Ada manusia yang terlihat Sang Rezeki senang pada dirinya. Rezeki tidak bosan-bosannya menghampiri hingga membuat orang lain merasa iri atau dengki. Namun adapula manusia yang terlihat begitu sial karena Sang Rezeki tidak kunjung datang dan menghampiri dirinya...
Sangat penting bagi kita menyingkapi hidup, apalagi mengetahui sebenarnya apa mekanisme Sang Rezeki Menyenangi Kita dan cenderung menghampiri kita. Soegianto Hartono memberikan beberapa jurus jitu dan bermanfaat untuk kita baik dunia dan akhirat...berikut jurus2nya;
1.
Ingatlah : apa yang tidak Kita berikan untuk orang lain, tidak Kita berikan untuk diri Kita sendiri. Memberi tidak berarti Kita akan kekurangan, justru sebaliknya dengan semakin banyak memberi Kita akan semakin banyak menerima. Hukum universal mengatakan bahwa apa yang Kita tabur akan Kita, artinya jika Kita memberi, Kita akan menerima panenan berlipat ganda. Seperti menanam padi, satu bibit padi yang ditanam, akan menghasilkan ratusan bahkan ribuan biji padi.
2. "jangan mengeluh". Jangan pernah membicarakan tentang kekurangan dan keterbatasan ekonomis yang Kita hadapi kepada orang lain. Hal ini kurang bijaksana. Semakin Kita sering membicarakannya, sebenarnya Kita sedang memfokuskan pikiran pada kekurangan dan ketidakcukupan. Hukum pikiran mengatakan bahwa pikiran bersifat mencipta dan kreatif, artinya fokus Kita akan menciptakan kondisi-kondisi dan memperbesar apa yang Kita bicarakan dan bayangkan. Adalah lebih bijaksana bila Kita hitung rahmat dan berkat yang sudah Kita terima setiap hari. Dan fokuskan pikiran Kita pada hal-hal yang membawa kesejahteraan dan kelimpahan.
Bila Kita dalam kondisi damai, tenang, dan sejahtera, inilah kunci di mana rezeki mudah untuk singgah kepada Kita
3. "jangan cemburu". Biasanya orang lebih mudah untuk cemburu kepada orang lain yang lebih sukses, lebih kaya. Kecemburuan muncul pada saat Kita membandingkan apa yang Kita miliki dengan apa yang dimiliki oleh orang lain. Dan biasanya Kita akan membandingkan secara tidak fair, maksudnya Kita akan membandingkan apa yang belum Kita miliki dengan apa yang dimiliki oleh orang lain, dengan begitu perasaan kekurangan atau rendah diri itu akan muncul pada diri Kita, dan inilah perasaan yang tidak menguntungkan bagi kemampuan Kita untuk menarik aliran rezeki.
Kecemburuan ini adalah sikap mental tidak bisa menerima keadaan. Semakin tidak bisa menerima keadaan, Kita akan semakin tidak bisa berfokus pada sasaran dan akan bertindak dengan tergesa-gesa mengerjakan sesuatu yang seharusnya Kita kerjakan. Akibatnya, hasil yang Kita harapkan akan meleset dari bidikan Kita. Solusinya, Kita harus berusaha untuk bisa menerima keadaan diri Kita apa adanya, sehingga pikiran Kita akan menjadi lebih damai.
Bila Kita dipenuhi oleh kecemburuan, pikiran Kita akan terfokus pada ketidakmampuan, ketidakcukupan, tidak layak, kekurangan, ketidakpuasan, dan kemiskinan. Marilah kita menyimak kembali kepada hukum pikiran bahwa apa yang Kita fokuskan akan menjadi realitas kehidupan Kita. kalau Kita dalam keadaan cemburu, sebetulnya Kita membuang energi dengan sia-sia, karena fokus Kita akan dikaburkan oleh perasaan cemburu itu dan hasilnya sasaran Kita akan meleset jauh. Jadi hapuskan kecemburuan Kita
4."jangan membenci". Sama halnya dengan cemburu, orang juga lebih mudah untuk membenci orang lain yang lebih sukses, lebih kaya. Kalau Kita membenci orang yang sukses, atau yang kaya, sebetulnya secara tidak sadar Kita sedang mengirimkan pesan kepada bawah sadar bahwa Kita tidak menyukai sukses dan kaya. Lebih jelasnya sebenarnya Kita menolak sukses dan kaya untuk hadir dalam hidup Kita. Itulah maksud tersembunyi dari kebencian KitaHukum pikiran mengatakan bahwa pikiran bawah sadar bereaksi terhadap pikiran yang dominan dan sugesti yang disampaikan oleh pikiran sadar. Di dalam kebencian, terkandung suatu pikiran atau maksud Kita yang tersembunyi, dan jika maksud tersembunyi ini menguasai pikiran sadar Kita maka bawah sadar Kita akan merealisasikan maksud tersembunyi ini, karena inilah yang dominan, yang memenuhi pikiran Kita sehari-hari.
5. "Berdoa". Biasakan berdoa dan memohon bimbingan illahi dalam segala hal. Doa dan harapkan yang terbabaik bagi semua orang sekeliling Kita. Kembangkan kepercayaan pada doa-doa Kita, resapi sampai ke saraf, rasakan getaran ketika Kita mengucapkan doa-doa tersebut dan pasrahkan.
Semangatlah membuat kebaikan !!!
nice catch...Ayo praktekkan..Kebaikan akan melahirkan kebaikan.. Kebaikan akan melahirkan generasi pencerah seperti cerahan artikel ini...:-)
ReplyDelete